Caraku Bersosialisasi

Setiap orang memiliki cara tersendiri untuk bersosialisasi dengan sesamanya. Kemudian dari perkenalan dengan seorang individu, dapat tercipta sebuah kelompok sosial yang dapat terdiri dari orang-orang yang memiliki idealisme, kegemaran atau hal-hal lain yang sama. Namun dari perkenalan tersebut dapat pula terbentuk kelompok sosial dengan masing-masing individual berbeda karena terjadi toleransi di antara mereka.
Saya pun memiliki cara untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar saya, yaitu :
1. Privasi
Ada garis yang tidak seharusnya saya lewati terlalu jauh ketika mengenal seseorang. Privasi adalah hak individu yang tidak boleh saya recoki urusannya kecuali si pemilik yang meminta. Bukan hal baik apabila saya terus bertanya mengenai kehidupan pribadi seseorang atau memaksa seorang untuk menceritakan segala hal tentang dirinya. Apabila saya memegang rahasia seseorang, maka dia telah percaya kepada saya. Jika menyebarluaskannya kepada orang lain tanpa seijin dia, maka saya telah mengkhianati kepercayaannya.
2. Jangan terlalu suka, jangan terlalu benci
Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa ada manusia lainnya untuk membantu. Tanpa sadar, makanan yang saya makan, pakaian yang saya kenakan, dan rumah yang menjadi tempat tinggal saya, kebanyakan dibuat oleh orang lain. Bahkan nilai ujian bagus tidak dapat saya raih sendiri. Meski saya belajar mati-matian secara otodidak, apabila tidak ada yang menilai maka pekerjaannya berubah menjadi sia-sia.
Suka atau tidak menyukai seseorang adalah hak saya. Tapi sebaiknya jangan sampai membenci, menjaga jarak boleh saja asal jangan sampai membenci. Siapa tahu saya akan mengalami kesusahan di masa depan, dan orang yang saya benci itu adalah satu-satunya yang dapat membantu saya.
3. Menjaga mulut dan sikap
Sama seperti saya yang bisa tersinggung karena hal tertentu, orang lain pun bisa begitu. Saya bereaksi biasa saja terhadap candaan, namun ada pula yang langsung merasa sakit hati karenanya. Karakter setiap orang berbeda, karena itulah saya juga harus mampu menyesuaikan diri untuk bersosialisasi dengan mereka yang memiliki sifat dasar yang berlawanan dengan saya  .
4. Kesan pertama tidak selalu benar
Saya hampir selalu salah menilai orang dari kesan pertama. Itu pula yang menjadi sebab saya tidak terlalu pemilih dalam berteman, karena yang penting adalah bagaimana kita dapat membawa diri sendiri, bukan terpengaruh oleh orang lain. Sayangnya, itu bukan berarti dapat akrab dengan semua orang. Hal ini dikarenakan saya akan lebih mudah merasa dekat dengan orang lain jika memiliki kegemaran yang sama, atau jika ditempatkan dalam kelompok yang sama karena memudahkan komunikasi.

Advertisements
Caraku Bersosialisasi