Stop Perburuan Hiu!

Serangan hiu menjadi begitu menakutkan ketika kekejaman makhluk laut satu ini diperlihatkan di layar perak dengan judul film Jaws pada tahun 1975. Diikuti film-film lainnya yang mengangkat tema pembunuhan atau teror oleh hiu kepada manusia ketika berada di lautan, hiu semakin mendapatkan stigma negatif di masyarakat. Hiu bergerak lebih cepat dari manusia, mendekati diam-diam hampir tak terdeteksi, gigi-gigi yang besar dan tajam serta kekuatan rahangnya membuat manusia sebisa mungkin menghindari hiu. Namun sesungguhnya potensi kematian disebabkan oleh tenggelam atau serangan hewan-hewan lain bahkan lebih tinggi dari serangan hiu itu sendiri.

655.000 orang meninggal setiap tahun karena menderita penyakit malaria, terutama di Afrika.

2.900 orang meninggal setiap tahun akibat serangan kuda nil, terutama di Afrika.

Setiap tahunnya 3 orang meninggal karena reaksi alergi terhadap sengatan lebah, 30-35 orang meninggal karena serangan anjing, 130 orang meninggal karena mobil mereka menabrak rusa, dan 22 orang meninggal karena sapi. Semua merupakan perhitungan di Amerika Serikat.

20-50 orang meninggal setiap tahun karena serangan semut di Afrika. Mereka memang kecil, tapi jika mereka bersatu dalam koloni dengan jumlah tak terduga, mereka mampu membunuh manusia.

20-40 orang meninggal per tahun berdasarkan perhitungan di Filipina saja karena serangan ubur-ubur.

Bandingkan dengan statistik penyerangan hiu menurut International Shark Attack File (ISAF) dari tahun 1580 sampai tahun 2013, terdapat 2.667 penyerangan hiu yang terkonfirmasi dari penjuru dunia, dan 495 di antaranya adalah fatal. Meski begitu, angka sesungguhnya dari penyerangan fatal hiu di seluruh dunia belumlah pasti. Namun berdasarkan data yang telah ada, terjadi 16 serangan hiu per tahun di Amerika Serikat dan satu serangan fatal setiap dua tahun.

Bahkan jika membandingkan dengan orang-orang yang pergi ke pantai, kesempatan seseorang diserang oleh hiu di Amerika Serikat adalah 1 di antara 11,5 juta, dan kesempatan seseorang terbunuh oleh hiu adalah kurang dari 1 berbanding 264,1 juta. Hal ini disebabkan hiu biasanya membuat satu serangan kemudian berputar kembali untuk menunggu korbannya mati atau kelelahan sebelum kembali untuk memangsanya. Kelakuan tersebut melindungi hiu dari serangan targetnya yang terluka namun agresif, bagi manusia, itu adalah saat untuk keluar dari air dan menyelamatkan diri.

Sayangnya, manusia terlanjur menganggap hiu adalah pembunuh berdarah dingin di lautan. Namun sebenarnya pernyataan ini terbantahkan. Pembunuh sesungguhnya di lautan adalah manusia sendiri, disadari oleh masyarakat banyak atau tidak. Salah satu buktinya adalah sup sirip ikan hiu.

Kebanyakan, bahan utama dari sup ini berasal dari perdagangan sirip hiu secara ilegal dengan eksportir terbesar dunia ke Hong Kong pada tahun 2010 adalah Spanyol, Singapura, Taiwan, Indonesia, dan Arab Saudi. Kurang lebih 145 negara terlibat dalam industri perdagangan sirip hiu ini.

Jika Anda berpikir bahwa “Hal ini tidak ada hubungannya dengan saya, toh mereka hidup di laut, sedangkan saya hidup di daratan.” Anda salah besar! Dua pertiga bagian Bumi adalah lautan dan hanya satu pertiga bagiannya adalah daratan yang tidak semuanya dapat manusia tempati. Pada saatnya hiu mengalami kepunahan karena perburuan sirip hiu oleh manusia karena harganya yang mahal, maka ekosistem laut akan terganggu dan mau tidak mau, manusia akan merasakan akibatnya.

Perburuan sirip hiu adalah kejam. Ketika hiu tertangkap dan diletakkan di kapal yang masih berlayar, pada saat itu juga ia akan dipotong bagian siripnya kemudian dibuang ke laut begitu saja. Hiu yang dilempar kembali biasanya masih hidup. Ia akan tenggelam secara perlahan ke dasar laut tanpa mampu berenang, menunggu mati kelaparan atau mungkin dimakan hidup-hidup oleh ikan lainnya.

Daging hiu dinilai tidak berharga, dan hiu yang diburu tidak dipandang usia, ukuran, maupun spesiesnya. Kegiatan ini terjadi secara meluas, tidak terkendali dan semakin menjadi karena meningkatnya permintaan sirip hiu, majunya peralatan nelayan serta peningkatan ekonomi perdagangan. Satu pound atau 0,45 kilogram sirip hiu kering dapat bernilai sekitar 300 dolar, setara dengan 4 juta rupiah.

Tahun 2012, hiu membunuh 12 orang. Pada tahun yang sama, manusia membunuh 100 juta hiu yang berarti 11.417 hiu setiap jamnya, dan ¾ dari jumlah itu mati karena diburu siripnya. Perkembangbiakan hiu termasuk lambat, sehingga bila tidak ada kesadaran dari kita sendiri untuk menghentikannya, maka lama-kelamaan hiu akan punah.

Memang hiu adalah predator bertubuh besar dengan taring-taring yang tajam, namun itu bukan alasan bagi manusia untuk membunuh mereka melalui cara yang begitu kejam. Bayangkan apabila Anda berada di posisi hiu tersebut, yang tidak pernah menyerang manusia jika tidak diprovokasi ataupun salah mengira mereka sebagai mangsa. Tiba-tiba suatu hari Anda ditangkap dan sekumpulan orang asing membaringkan Anda untuk memotong tangan serta kaki Anda. Menjadikan kaki dan tangan Anda santapan meskipun ada banyak bahan makanan yang bisa didapatkan.

Hal kecil seperti berbagi untuk ikut menyadarkan teman-teman Anda bahwa hiu juga makhluk hidup sama seperti kita; perlu ditakuti namun tidak usah berlebihan, perlu dijaga meski tidak harus selalu bersama, dan perlu dimaklumi perlakuannya. Sadarlah bahwa hiu adalah hewan yang mengandalkan insting daripada intelejensinya seperti manusia. Jika hiu bisa mengekspresikan perasaannya dengan jelas seperti kita, mungkin yang pertama dilakukannya adalah menangis.

Sumber :

http://www.en.wikipedia.org/wiki/Shark_attack

http://www.yuumei.deviantart.com/art/Crimson-Irony-198943021

http://www.sharkwater.com/index.php/shark-education

http://www.sharksavers.org/en/education/sharks-are-in-trouble/finning-and-the-fin-trade

Advertisements
Stop Perburuan Hiu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s