Manga dan Moral Di Dalamnya

“Saat orang terluka, ia belajar untuk membenci. Saat orang melukai yang lain, mereka dibenci dan dipenuhi oleh penyesalan. Tapi mengenal penderitaan mengajarkan seseorang untuk menjadi baik. Penderitaan mengajarkan seseorang untuk berkembang, dan bagaimana kau berkembang tergantung padamu.” Jiraiya, karakter komik Masashi Kishimoto.

Manga, atau yang lebih dikenal sebagai komik Jepang, kebanyakan dianggap sebagai konsumsi anak-anak. Kenyataannya, manga dibagi menjadi beberapa jenis atau genre dengan target pembaca tertentu. Selain itu, di tempat asalnya, manga serta anime telah menjadi salah satu industri utama sehingga terjadi banyak persaingan di Jepang. Persaingan ketat menuntut mangaka (pembuat manga) untuk membuat jalan cerita yang menarik dan tokoh berkarakter sehingga bisa menangkap hati para pembaca.

Genre manga yang paling populer dan mudah masuk ke Indonesia adalah shounen yang lebih ditujukan kepada pembaca remaja laki laki, dan shoujo yang ditujukan kepada pembaca remaja perempuan. Genre shounen biasanya mengangkat tema pertarungan, sementara shoujo lebih senang kisah kisah manis yang ringan dan mudah dicerna.

Adapun seinen untuk pembaca laki laki dewasa karena tema yang lebih gelap dari shounen, dan josei untuk pembaca wanita.

Shounen dan seinen biasanya memperlihatkan perkembangan si tokoh utama, dengan misteri yang menyelimuti kehidupan mereka. Si tokoh utama akan mengalami berbagai halangan dan penderitaan. Berbagai perspektif dari karakter-karakter menguak keburukan manusia, tapi orang menjadi jahat karena ada alasannya.

Misalnya, Shingeki No Kyojin yang akan rilis bagian 1 dari film live action-nya pada 1 Agustus 2015 dan part 2 pada 19 September 2015 di Jepang. Eren Jaeger, sang tokoh utama harus merasakan kehilangan luar biasa pada usia 10 tahun. Ibunya terjepit di reruntuhan rumah yang terkena lemparan potongan dinding pelindung kota mereka yang ditendang raksasa. Tak lama, setelah penyelamatan ibunya gagal, seorang raksasa datang kemudian menyantap sang ibu di depan matanya. Selama lima tahun pelatihan prajurit, Eren berkembang dengan rasa bencinya pada raksasa sampai ingin memusnahkan mereka semua.

Lain lagi dengan manga mendunia Naruto. Tumbuh tanpa kasih sayang orangtua, dia berlaku nakal agar bisa diperhatikan oleh siapapun. Ketika suatu saat nyawanya terancam, guru di sekolahnya menyelamatkan Naruto, membuat dia sadar dan berhenti berbuat nakal. Menjelang remaja, dibekali dengan rasa keadilan tinggi, kasih sayang, pengertian, dan kemampuan untuk mewujudkan mimpi yang dimilikinya menjadikan Naruto seseorang yang mudah dipercaya orang lain. Berkat itu, Naruto berhasil meraih mimpinya untuk menjadi pemimpin desa dan tahu bagaimana dia bisa merubah orang jahat menjadi baik sebab dia pernah merasakan hal yang sama.

Tokyo Ghoul, manga seinen yang populer di dunia, mengangkat tema psikologis. Ken Kaneki, mahasiswa baru yang biasa biasa saja, mengalami goncangan hebat karena hidupnya mendadak berubah 180 derajat akibat transplantasi organ ghoul. Ghoul adalah makhluk pemakan manusia dengan wujud yang serupa. Diceritakan di sini berbagai penderitaan Kaneki yang harus beradaptasi menjadi setengah ghoul, diburu suatu organisasi ghoul karena kemampuannya yang didapat dari ghoul wanita dengan reputasi terkenal di kalangannya, serta dikurung di ruang penyiksaan selama berhari-hari. Kemalangan serta penderitaan berturut-turut itu mengubah Kaneki yang dulunya pasrah, menjadi orang yang mau melakukan apapun asalkan keinginannya terlaksana. Dia menjauhkan diri dari teman baiknya Hideyoshi agar Kaneki tidak dibenci olehnya. Padahal sebenarnya Hideyoshi sudah tahu, dan tetap menerima Kaneki apa adanya.

Meski mereka adalah tokoh fiksi, banyak sekali yang bisa kita pelajari dari mereka. Melalui penderitaan yang mungkin belum kita alami sendiri, terlihat bahwa manusia sesungguhnya paling takut merasa kehilangan, dan begitu menderita ketika kehilangan sesuatu.

Advertisements
Manga dan Moral Di Dalamnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s