Hal-Hal Remeh dan Revolusi Mental (Yang Besar)

Tahun lalu, wacana Revolusi Mental duo Jokowi-JK digaungkan dimana-mana. Ada yang ribut menentang dan mempertanyakan, ada yang mendukung dan menyarankan. Revolusi mental, dalam praktiknya mungkin tidak bisa terlaksanakan secara singkat seperti namanya. Mengubah pola pikir seseorang, apalagi suatu bangsa, tidak semudah perencanaannya. Jika negara mampu menerapkan program-program yang dapat menyentuh kehidupan bangsa secara langsung, pola pikir mereka akan terbentuk untuk menyesuaikan terhadap program tersebut, atau mencoba menyelesaikan masalah yang ditimbulkan program tersebut.

Pikiran adalah sesuatu yang tidak bisa dikontrol. Ia terbentuk dalam waktu yang lama, dipoles dengan pengalaman hidup, pembelajaran, serta pengaruh lingkungan, tapi bukan berarti ia tidak bisa diubah. Faktor pemicu perubahan itu berbeda-beda bagi setiap orang, yang menjadikan konsep Revolusi Mental ini sulit untuk dilakukan. Melalui opresi, kekerasan, maupun pengucilan, negara mungkin bisa mengontrol bangsa dalam cengkramannya. Namun, diktator hanya akan membawa negara berputar-putar di tempat yang sama.

Pola pikir seseorang berasal dari kebiasaan, dan kebiasaan hanya bisa diubah jika terdapat keinginan kuat serta kesadaran akan sesuatu yang lebih baik. Mengincar pada tempat yang terlalu tinggi akan mengakibatkan kurangnya perhatian pada detail penting. Hal itu akan menyebabkan beban pada perubahan tersebut, sehingga terjadi penolakan dari pelaku pola pikir.

Sampai saat ini, masyarakat Indonesia belum merasakan program pemerintah dengan konsep Revolusi Mental. Jika suatu saat tercipta program yang menuntut perubahan mental bangsa Indonesia secara signifikan, penulis berpikir semua itu tidak mudah untuk dilakukan. Hal ini penulis tuturkan karena penulis merasa kurangnya kesadaran, rasa disiplin serta tanggung jawab yang dimiliki bangsa Indonesia.

Kebanyakan mereka yang mematuhi bukan karena kesadaran pribadi, melainkan karena hal tersebut adalah aturan. Mereka belum memahami mengapa hal tersebut dilarang atau diwajibkan. Misalnya, larangan membuang sampah sembarangan di tempat-tempat umum. Di luar tempat itu, mereka yang tidak sadar akan kembali membuang sampah sembarangan.

Orangtua tidak bisa selamanya mengandalkan guru-guru di sekolah untuk menjelaskan semua permasalahan kepada anak-anak mereka. Banyak sekali hal kecil, remeh, sederhana yang bisa orangtua ajarkan pada putra-putri mereka, namun membantu untuk membentuk karakter generasi yang lebih baik. Orangtua bisa mendidik anak-anaknya agar mau membuang sampah pada tempatnya, dengan mengajarkan bahwa sampah yang mereka buang akan merusak keindahan lingkungan serta ekosistem di dalamnya.

Plastik adalah salah satu bahan yang paling banyak digunakan di Bumi ini, serta merupakan salah satu yang sering dibuang, dan paling sulit untuk diuraikan, bahkan sulit untuk dihancurkan dengan api.

Anak-anak harus diajarkan bahwa membuang sampah sembarangan akan mengakibatkan polusi tanah, penyumbatan saluran air, serta penumpukan sampah organik maupun non organik yang tidak bisa diakali penggunaannya menyebabkan bau menyengat. Sayangnya, seringkali ditemukan anak-anak kecil yang sering membuang sampah sembarangan tanpa merasa bersalah sama sekali.

Bukan hanya permasalahan sampah, hal-hal lain seperti mengantri, mengendalikan emosi di muka umum, sikap sopan kepada orang yang lebih tua, seharusnya dapat dicontohkan dengan baik kepada anak-anak muda oleh generasi sebelumnya yang lebih berpengalaman.

Revolusi Mental memang sulit untuk dilakukan, meski bukan berarti mustahil. Mungkin bukan atas nama revolusi, karena perubahan atau pembentukan mental tidak bisa secepat menggulingkan pemerintahan. Tapi sedikit demi sedikit, generasi sekarang dapat mengetahui kondisi negaranya kini sehingga dapat mengajarkan kepada generasi selanjutnya untuk menjadi lebih baik.

Advertisements
Hal-Hal Remeh dan Revolusi Mental (Yang Besar)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s