UTS dan Akhir Tahun

Menjelang akhir tahun, orang-orang bersiap dengan resolusi tahun 2016. Mungkin nggak bakal kesampaian juga sih, resolusinya. Saya kurang yakin banyak orang yang sudah melaksanakan resolusi tahun 2015 kemarin.

Selain resolusi, sebagian bersiap merayakan Natal, dan sebagian besar lain bersiap menyambut malam pergantian tahun.

BOOM BOOM BOOM 🎉🎉🎉 happy freakinnew year, but nothing changes much.

Paling penting dari semuanya, adalah libur sekolah. Akhir tahun, banyak sekali siswa yang menyambut dengan suka cita karena tidak perlu bersekolah. Saatnya jalan -jalan bersama keluarga, atau mungkin mengurung diri bersama komputer, laptop, atau smartphone, dengan internet waktu liburan Anda tidak akan terasa. Sayangnya, cukup banyak mahasiwa yang bertahan di kosan saat liburan. Pulang kampung makan waktu terlalu lama.

Bagi mahasiswa Universitas Gunadarma, bulan Desember tahun 2015 terasa agak pahit (ha ha ha) karena kami harus menghabiskannya dengan UTS (edited : it’s freakin’ January, 2017 now. UTS was still in December 2016)

image

edited :
don’t understand wth my past self was saying so i just deleted it.

Advertisements
UTS dan Akhir Tahun

Cara Reblog Postingan di Tumblr

Penggunaan Tumblr sebenarnya cukup mudah, tapi karena membutuhkan penggunaan data internet yang banyak, apabila koneksinya tidak bagus atau media yang memiliki RAM kecil, dia akan berjalan secara lambat.

Kali ini, saya akan memperlihatkan bagaimana caranya me-reblog atau menyukai suatu postingan di Tumblr lewat perangkat smartphone. Sebenarnya telah tersedia aplikasi Tumblr yang dapat diunduh secara gratis di Play Store untuk smartphone berbasis Android, namun saya menggunakan web browser Chrome untuk mengakses Tumblr.

Continue reading “Cara Reblog Postingan di Tumblr”

Cara Reblog Postingan di Tumblr

Hal-Hal Remeh dan Revolusi Mental (Yang Besar)

Tahun lalu, wacana Revolusi Mental duo Jokowi-JK digaungkan dimana-mana. Ada yang ribut menentang dan mempertanyakan, ada yang mendukung dan menyarankan. Revolusi mental, dalam praktiknya mungkin tidak bisa terlaksanakan secara singkat seperti namanya. Mengubah pola pikir seseorang, apalagi suatu bangsa, tidak semudah perencanaannya. Jika negara mampu menerapkan program-program yang dapat menyentuh kehidupan bangsa secara langsung, pola pikir mereka akan terbentuk untuk menyesuaikan terhadap program tersebut, atau mencoba menyelesaikan masalah yang ditimbulkan program tersebut.

Pikiran adalah sesuatu yang tidak bisa dikontrol. Ia terbentuk dalam waktu yang lama, dipoles dengan pengalaman hidup, pembelajaran, serta pengaruh lingkungan, tapi bukan berarti ia tidak bisa diubah. Faktor pemicu perubahan itu berbeda-beda bagi setiap orang, yang menjadikan konsep Revolusi Mental ini sulit untuk dilakukan. Melalui opresi, kekerasan, maupun pengucilan, negara mungkin bisa mengontrol bangsa dalam cengkramannya. Namun, diktator hanya akan membawa negara berputar-putar di tempat yang sama.

Pola pikir seseorang berasal dari kebiasaan, dan kebiasaan hanya bisa diubah jika terdapat keinginan kuat serta kesadaran akan sesuatu yang lebih baik. Mengincar pada tempat yang terlalu tinggi akan mengakibatkan kurangnya perhatian pada detail penting. Hal itu akan menyebabkan beban pada perubahan tersebut, sehingga terjadi penolakan dari pelaku pola pikir.

Sampai saat ini, masyarakat Indonesia belum merasakan program pemerintah dengan konsep Revolusi Mental. Jika suatu saat tercipta program yang menuntut perubahan mental bangsa Indonesia secara signifikan, penulis berpikir semua itu tidak mudah untuk dilakukan. Hal ini penulis tuturkan karena penulis merasa kurangnya kesadaran, rasa disiplin serta tanggung jawab yang dimiliki bangsa Indonesia.

Kebanyakan mereka yang mematuhi bukan karena kesadaran pribadi, melainkan karena hal tersebut adalah aturan. Mereka belum memahami mengapa hal tersebut dilarang atau diwajibkan. Misalnya, larangan membuang sampah sembarangan di tempat-tempat umum. Di luar tempat itu, mereka yang tidak sadar akan kembali membuang sampah sembarangan.

Orangtua tidak bisa selamanya mengandalkan guru-guru di sekolah untuk menjelaskan semua permasalahan kepada anak-anak mereka. Banyak sekali hal kecil, remeh, sederhana yang bisa orangtua ajarkan pada putra-putri mereka, namun membantu untuk membentuk karakter generasi yang lebih baik. Orangtua bisa mendidik anak-anaknya agar mau membuang sampah pada tempatnya, dengan mengajarkan bahwa sampah yang mereka buang akan merusak keindahan lingkungan serta ekosistem di dalamnya.

Plastik adalah salah satu bahan yang paling banyak digunakan di Bumi ini, serta merupakan salah satu yang sering dibuang, dan paling sulit untuk diuraikan, bahkan sulit untuk dihancurkan dengan api.

Anak-anak harus diajarkan bahwa membuang sampah sembarangan akan mengakibatkan polusi tanah, penyumbatan saluran air, serta penumpukan sampah organik maupun non organik yang tidak bisa diakali penggunaannya menyebabkan bau menyengat. Sayangnya, seringkali ditemukan anak-anak kecil yang sering membuang sampah sembarangan tanpa merasa bersalah sama sekali.

Bukan hanya permasalahan sampah, hal-hal lain seperti mengantri, mengendalikan emosi di muka umum, sikap sopan kepada orang yang lebih tua, seharusnya dapat dicontohkan dengan baik kepada anak-anak muda oleh generasi sebelumnya yang lebih berpengalaman.

Revolusi Mental memang sulit untuk dilakukan, meski bukan berarti mustahil. Mungkin bukan atas nama revolusi, karena perubahan atau pembentukan mental tidak bisa secepat menggulingkan pemerintahan. Tapi sedikit demi sedikit, generasi sekarang dapat mengetahui kondisi negaranya kini sehingga dapat mengajarkan kepada generasi selanjutnya untuk menjadi lebih baik.

Hal-Hal Remeh dan Revolusi Mental (Yang Besar)

Internet dan New Media

Istilah New Media mungkin terdengar agak asing, meski penggunaannya telah menjamur di berbagai belahan dunia, terutama setelah smartphone diluncurkan. New Media biasanya mengacu pada konten yang terdapat di intenet, bisa diakses melalui peralatan digital apapun, biasanya mengandung unsur interaktif dimana pengguna dapat memberikan timbal balik dan berpartisipasi secara kreatif. Contoh dari New Media termasuk situs-situs online seperti koran online, blog, wiki, video game, dan media sosial.

Karakteristik New Media adalah dialog. Konten New Media ditransmit melalui koneksi dan percakapan. Hal tersebut membuat orang-orang di belahan dunia dapat berbagi, berkomentar, dan mendiskusikan berbagai macam topik.

image

Contoh New Media yang populer adalah Tumblr. Tumblr merupakan situs jejaring sosial yang mengambil platform mikro blog, sama seperti Twitter, Facebook, Google+, dan lain-lain. Tumblr didirikan pada Februari 2007 oleh David Karp, dan sekarang dimiliki oleh Yahoo!Inc. Pengguna dapat membuat blog pribadi di bawah domain Tumblr dan mengikuti blog pengguna lain, serta mengikuti postingan terbaru dari staf situs Tumblr dan pengguna lainnya di dashboard.

Berikut merupakan fitur-fitur yang terdapat di Tumblr :

– Dashboard : semacam timeline yang menampilkan postingan terbaru dari blog yang diikuti. Melalui dashboard, pengguna dapat berkomentar, me-reblog, dan menyukai posting dari blog lain yang muncul di dashboard pengguna. Meski berkomentar, postingan asli tanpa komentar juga akan tetap ada. Sedangkan reblog berarti membagikan posting tersebut ke blog sendiri namun sumbernya masih tetap tertera. Pengguna bisa meng-upload postingan berupa teks, gambar, video, quotes, atau links ke blog mereka dengan menekan tombol yang terdapat di sudut atas dashboard. Pengguna juga bisa menghubungkan blog mereka ke akun Twitter dan Facebook, sehingga kapan pun mereka membuat postingan, maka informasi tersebut akan terkirim sebagai tweet dan status update.

– Queue : pengguna bisa menentukan jadwal untuk menunda posting yang mereka buat.  Mereka bisa menahan posting tersebut berjam-jam bahkan berhari-hari.

– Tags : untuk setiap posting yang pengguna buat, mereka dapat menggunakan tag agar membantu pengunjung mencari posting dengan topik yang diinginkan.

– HTML Editing : Tumblr mengijinkan penggunanya untuk mengubah tema blog menggunakan kodingan HTML agar mempercantik tampilan blog mereka. Pengguna juga dapat menggunakan nama domain sendiri.

Sumber :
https://en.wikipedia.org/wiki/tumblr

https://en.wikipedia.org/new_media

Internet dan New Media

Manga dan Moral Di Dalamnya

“Saat orang terluka, ia belajar untuk membenci. Saat orang melukai yang lain, mereka dibenci dan dipenuhi oleh penyesalan. Tapi mengenal penderitaan mengajarkan seseorang untuk menjadi baik. Penderitaan mengajarkan seseorang untuk berkembang, dan bagaimana kau berkembang tergantung padamu.” Jiraiya, karakter komik Masashi Kishimoto.

Manga, atau yang lebih dikenal sebagai komik Jepang, kebanyakan dianggap sebagai konsumsi anak-anak. Kenyataannya, manga dibagi menjadi beberapa jenis atau genre dengan target pembaca tertentu. Selain itu, di tempat asalnya, manga serta anime telah menjadi salah satu industri utama sehingga terjadi banyak persaingan di Jepang. Persaingan ketat menuntut mangaka (pembuat manga) untuk membuat jalan cerita yang menarik dan tokoh berkarakter sehingga bisa menangkap hati para pembaca.

Genre manga yang paling populer dan mudah masuk ke Indonesia adalah shounen yang lebih ditujukan kepada pembaca remaja laki laki, dan shoujo yang ditujukan kepada pembaca remaja perempuan. Genre shounen biasanya mengangkat tema pertarungan, sementara shoujo lebih senang kisah kisah manis yang ringan dan mudah dicerna.

Adapun seinen untuk pembaca laki laki dewasa karena tema yang lebih gelap dari shounen, dan josei untuk pembaca wanita.

Shounen dan seinen biasanya memperlihatkan perkembangan si tokoh utama, dengan misteri yang menyelimuti kehidupan mereka. Si tokoh utama akan mengalami berbagai halangan dan penderitaan. Berbagai perspektif dari karakter-karakter menguak keburukan manusia, tapi orang menjadi jahat karena ada alasannya.

Misalnya, Shingeki No Kyojin yang akan rilis bagian 1 dari film live action-nya pada 1 Agustus 2015 dan part 2 pada 19 September 2015 di Jepang. Eren Jaeger, sang tokoh utama harus merasakan kehilangan luar biasa pada usia 10 tahun. Ibunya terjepit di reruntuhan rumah yang terkena lemparan potongan dinding pelindung kota mereka yang ditendang raksasa. Tak lama, setelah penyelamatan ibunya gagal, seorang raksasa datang kemudian menyantap sang ibu di depan matanya. Selama lima tahun pelatihan prajurit, Eren berkembang dengan rasa bencinya pada raksasa sampai ingin memusnahkan mereka semua.

Lain lagi dengan manga mendunia Naruto. Tumbuh tanpa kasih sayang orangtua, dia berlaku nakal agar bisa diperhatikan oleh siapapun. Ketika suatu saat nyawanya terancam, guru di sekolahnya menyelamatkan Naruto, membuat dia sadar dan berhenti berbuat nakal. Menjelang remaja, dibekali dengan rasa keadilan tinggi, kasih sayang, pengertian, dan kemampuan untuk mewujudkan mimpi yang dimilikinya menjadikan Naruto seseorang yang mudah dipercaya orang lain. Berkat itu, Naruto berhasil meraih mimpinya untuk menjadi pemimpin desa dan tahu bagaimana dia bisa merubah orang jahat menjadi baik sebab dia pernah merasakan hal yang sama.

Tokyo Ghoul, manga seinen yang populer di dunia, mengangkat tema psikologis. Ken Kaneki, mahasiswa baru yang biasa biasa saja, mengalami goncangan hebat karena hidupnya mendadak berubah 180 derajat akibat transplantasi organ ghoul. Ghoul adalah makhluk pemakan manusia dengan wujud yang serupa. Diceritakan di sini berbagai penderitaan Kaneki yang harus beradaptasi menjadi setengah ghoul, diburu suatu organisasi ghoul karena kemampuannya yang didapat dari ghoul wanita dengan reputasi terkenal di kalangannya, serta dikurung di ruang penyiksaan selama berhari-hari. Kemalangan serta penderitaan berturut-turut itu mengubah Kaneki yang dulunya pasrah, menjadi orang yang mau melakukan apapun asalkan keinginannya terlaksana. Dia menjauhkan diri dari teman baiknya Hideyoshi agar Kaneki tidak dibenci olehnya. Padahal sebenarnya Hideyoshi sudah tahu, dan tetap menerima Kaneki apa adanya.

Meski mereka adalah tokoh fiksi, banyak sekali yang bisa kita pelajari dari mereka. Melalui penderitaan yang mungkin belum kita alami sendiri, terlihat bahwa manusia sesungguhnya paling takut merasa kehilangan, dan begitu menderita ketika kehilangan sesuatu.

Manga dan Moral Di Dalamnya